RSS

Kebudayaan atau kesenian???

12 Apr

aku masih nggak ngerti dengan kedua istilah ini yang dipakai kebanyakan orang. orang-orang bilang kesenian itu meliputi tata cara adat seperti kato-kato sambah bukan hanya musik dan tari aja. tapi kalo menurut aku lebih tepat disebut kebudayaan karena tata cara adat itu bakan lah suatu kesenian tetapi melainkan kebudayaan. bagi ku kesenian cuman nari dan musik aja, tidak wajib didalamnya ada tentang adat-adat/istilahnya. dan kebudayaan itu yang menurutku mencakupi seluruhnya. segala tetek bengek tentang budaya ataupun apapun itu. termasuk ke dlm kebudayaan bukan kesenian. ingat itu.

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada April 12, 2008 inci pikiran hati

 

9 responses to “Kebudayaan atau kesenian???

  1. reiSHA

    April 21, 2008 at 3:59 pm

    Aku siy setuju, kalau hal-hal kaya tata cara adat dsb itu lebih tepat disebut kebudayaan. Emang ada gitu yang bilang itu kesenian?

    Soal slidemu pas presentasi magang’ers UKM yang diperdebatkan, itu karena masalah nama. UKM = Unit Kesenian Minangkabau, bukan Unit Kebudayaan Minangkabau. Kenapa? Karena emang dari pendirinya dikasih namanya gitu. Soal nama unit, masa harus salah tulis? Kecuali ntar UKM mau ganti nama.

    Ya walaupun namanya unit kesenian, bukan unit kebudayaan, bukan berarti ga boleh memasukkan budaya Minangkabau yang non-kesenian di dalamnya toh?

     
  2. m4rino

    April 23, 2008 at 10:08 am

    Emang kebudayaan dan kesenian 2 hal yang berbeda kok (lha wong tulisannya aja beda :lol:). Menurutku kesenian itu bisa jadi bagian dari suatu budaya. Dengan kata lain kesenian itu subset dari kebudayaan (apalah ini???)
    Tapi, seseorang (atau sesuatu y?) yang mengkhususkan diri di bidang kesenian tidak berarti harus melupakan adat-istiadat dkk yang merupakan subset (halah, subset lagi….) dari kebudayaan tapi ga bisa dibilang bagian dari kesenian. Ga ada salahnya kan tetap menjaga kebudayaan walaupun fokus utama kita adalah kesenian?
    *panjang kali komen ku ini, kl g jelas g usah dibaca y :mrgreen:

     
  3. incekrajo

    April 25, 2008 at 11:43 am

    to; ni reisya

    dari carano dan acara-acara lainnya lah…

    menurut nado sih..

    memasukkan budaya yang non kesenian emang bagus dan ga dilarang. tapi yang jadi masalahnya kata kesenian itu memberikan frame yang membatasi dengan kebudayaan itu sndiri. dan akan membuat kita tidak memperdulikan dengan sangat tentang yang ada di luar frame itu. kalo kesenian, siapa saja bisa menirukannya. toh orang jawa dan non minang lainnya yang ada di UKM juga bisa berkesenian. kalo diluar frame itu, orang bakalan enggan dan bakalan ga mau. karena kita kesenian, dan ga ada yang mengatur tentang itu. yang ada aturan nya cuman kesenian, dan di luar frame itu bisa diabaikan dan ditinggalkan,

    lalu siapa yang akan menjalankan kebudayaan kita itu?? orang jawa atau orang non minang lainnya??

     
  4. reiSHA

    April 25, 2008 at 4:43 pm

    namaku reisHa…

    ya itu masalah kesenian dan kebudayaan… yang aku bilang kan, UKM itu Unit Kesenian Minangkabau, karena namanya memang begitu. kalau rasanya ga cocok pake nama itu, ya bilang ke UKM-nya buat ganti nama…

    sekali lagi, namaku reisHa…

     
  5. Widya

    April 25, 2008 at 5:31 pm

    alow nado ..
    salam kenal,

    Jadi pengen kasih comment niy …
    Opininya nado bener banget. yang namanya kesenian itu ya seni tari, musik, seni teater, seni rupa dsb.
    Tapi kenapa akhirnya UKM malah merembes ke budaya ? Bukan kesenian saja ? Karena emang pada dasarnya UKM itu didirikan untuk melestarikan seni dan budaya Minang. makanya di UKM itu, juga dibahas hal-hal lain mengenai budaya selain kesenian minang.

    Nah, kenapa namanya kesenian minang ? bukan kebudayaan minang ? Karena di ITB itu tidak dibenarkan berdirinya unit kebudayaan. karena kebudayaan itu identiknya dengan chauvinisme (kata pak rektor zaman dulu siy gitu ya …). Tapi bapak-bapak kita zaman dulu itu pengen banget ada unit yang melestarikan kebudayaan. Akhirnya mereka mutusin buat ‘domplang’ nama kesenian (dari pada ga boleh sama sekali).

    trus kenapa sekarang ga diubah? Karena mengubah nama tidak sesimple itu. perlu ngerubah AD/ART, perlu mendaftarkan diri lagi ke rektorat (yang kemungkinan besar ditolak), perlu kirim kabar ke partner, dsb ..

    gitu lo ..
    moga2 bisa berbagi info

    salam,

    Widya (UKM 03)
    Sekretaris angk 03-sekretaris II UKM (04/05)-sekretaris I UKM(05/06)-BM UKM (06/07)

     
  6. m4rino

    April 26, 2008 at 8:33 pm

    Hoho…. ngomongin soal nama toh….
    Baru ngerti saya :mrgreen:

    @ Reisha
    Kalo UKM mo ganti nama, tunggu tahun depan aja ya
    Biar aq ga harus ngurusin RUA luar biasa….
    Ngumpulin anggota 50% +1 aja susahnya minta ampun apalagi 2/3 anggota. Cape deh…..

     
  7. catra

    Mei 2, 2008 at 10:43 am

    ngomong2 ganti nama, sebaiknya ga usah pake nama UKM lagi, coz ambigu banget,
    A: cat UKM lo apa?
    saya: UKM gw UKM,

    hhuhhh

    klo mau ganti kesenian ke kebudayaan tetap aja donk UKM, usul, unit budaya minangkabau (UBM)

    hehehe, 😀

    http://sutanmudo.co.cc

     
  8. dR

    November 3, 2008 at 3:01 am

    Nama UKM sebagai Unit Kesenian Minangkabau sudah benar. Justru akan aneh jika berganti nama menjadi Unit Kebudayaan Minangkabau, kecuali jika ditambahkan kata-kata seperti : “Apresiasi (UABM.red)” atau “Pencinta (UPBM.red)”. Karena budaya itu cakupannya luas sangat, tak hanya terbatas seni semata, namun juga pola pikir manusia di dalamnya. Seni adalah salah salah satu bagian dari budaya, dan bukan hanya musik dan tari, ada sastra, boga, arsitektur, dll. Seni dan budaya itu pars prototo, namun juga totem proparte, haha.

     
  9. m4rino

    November 5, 2008 at 1:01 pm

    Barek bahaso da revan ko. Paniang awak mamikian maksudnyo…. :))

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: