RSS

Debat, moderator, dan ayam goreng…

18 Apr

wah…70 menit lagi ujian KONTEK…

posting dulu aja lah…

Kemaren, tepatnya tanggal 17 April 2008 pukul 19.07 WIB. diadakan debat catuak (baca: calon datuak) UKM. Debat ini adalah rangkaian acara dari pemilu UKM 2008. Calon datuak yang berdebat ada 5 orang. Tim panelis ada 4 orang. Dan penonton kira-kira ada 50 orang. Bertempat di gedung campus center ITB bagian barat tepatnya ruangan 29.

Dan ajaibnya sehari, maksud saya semalam sebelum acara debat itu, saya diminta untuk menjadi moderator dalam debat yang membahas seputar UKM, Sumatera Barat, dan Indonesia. Alangkah terkejutnya saya pada waktu itu. Ini adalah amanah yang diberikan kepada saya dan saya mencoba untuk memenuhinya walaupun ini adalah pengalaman saya yang pertama. Sebelumnya saya belum pernah sama sekali terlibat dalam acara debat apapun yang pernah ada. Hanya sebatas menjadi penonton, dan itupun tidak mengikuti acaranya hingga akhir. Jadi ya…saya rasa ini kesempatan saya untuk belajar tentang hal ini.

Ternyata, sulitnya menjadi seorang moderator itu tidak seperti yang saya pikirkan. Mungkin karena acaranya juga belum saya kuasai seperti apa. Banyak interupsi-interupsi yang saya sendiri tidak menduga akan seperti itu. Yah,..karena dadakan juga dan padatnya kesibukan dari panitia yang lain mungkin. Menjadikan acara debat pada malam kemaren itu tidak seperti yang diharapkan. Mungkin juga sebagai Unit Kesenian, para pihak-pihak yang terkait dalam acara ini belum mengerti tentang acara debat ini. Bahkan tentang peraturab-peraturan yang telah lazim dipakai dalam acara seperti ini terabaikan karena keterbatasan ilmu tentang acara debat itu sendiri. Banyak yang bisa saya dapatkan…karena banyak kritik dan masukan-masukan yang membangun dari angkatan-angkatan di atas angkatan saya tentunya.

Pukul 1 dini hari tepatnya, para panitia beserta tim pengamat telah selesai evaluasi dan semuanya beranjak pulang. Terasa perut sudah menggerutu minta sesuatu yang bisa diolahnya, akhirnya kami memutuskan makan di sekitar simpang dago tepatnya makan ayam goreng. Yang jadi masalah, setelah makan ayam goreng itu, perut ini tidak kunjung tenang malahan bertambah ribut dan entah kenapa hal itu terjadi. dan aku hanya bisa menahan keperihan itu dengan pulang berjalan sendirian ditengah kesunyian malam yang dinginnya menusuk hingga ke tulang selangkangan.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada April 18, 2008 inci Alfer 'bout & stories

 

One response to “Debat, moderator, dan ayam goreng…

  1. imoe

    April 19, 2008 at 10:56 pm

    piliahlah yang sabana datuak

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: