RSS

Anyer 3-4 Juni 2008

06 Jun

karena ujian telah usai, liburanpun menjemput kami ke suatu kawasan pantai di daerah banten yang berjarak kira2 180 km dari kota bandung. pagi itu tanggal 3 juni pukul 5.30, aku dibangunkan oleh bunyi dering alarm handphoneku. aku langsung bersiap2 untuk pergi ke gerbang depan kampus karena disana kami akan memulai perjalanan yang spektakuler ini. sengaja aku menginap di sekretariat UKM agar bisa dengan cepat ke tempat kami berkumpul sebelum berangkat. walaupun aku hanya tidur beberapa jam karena semalam nonton konser ari laso dan setelah itu karokean sama anak2 UKM, tapi aku berusaha untuk bangun.

aku tergopoh-gopoh menuju gerbang depan kampusku itu karena masih pusing kekurangan tidur. mataku berwarna merah delima karena terlalu lelah menatap dunia. terlihat dari mataku yang merah telah banyak yang datang, hanya beberapa saja yang belum datang. temasuk reki dan andre yang pertanggungjawaban kedatagannya berada ditanganku, bila mereka tidak datang akulah yang disalahkan. aku berusaha menghubungi reki dan andre, batere handphone yang cuma tinggal satu garis ini membuatku resah apabila nantinya tiba2 habis ketika handak ingin menelfon kawanku itu. untung saja ketika panggilanku yang kedua kalinya diangkat reki, dia masih bersiap-siap untuk berangkat, ku pastikan dia berangkat bersama andre karena kostan mereka amat dekat hanya berbeda satu gang saja. hatiku menjadi lega dan kusampaikan pada teman-temanku yang lain bahwa andre dan reki sedang dalam perjalanan.

setelah menunggu beberapa lama aku coba menghubunginya lagi untuk memastikan posisinya sekarang, tapi aku terkejut karena andre tidak bersama reki karena andre sulit untuk dihubungi. reki pun telah teriak-teriak di depan kostan andre, namun andre tidak membalas mugkin karena andre tidak ingin ikut. semuanya panik, jika andre tidak jadi ikut maka semuanya yang ikut harus nombokin kekurangan biaya yang mugkin terjadi. setelah menunggu beberapa lama dan aku selalu menghubungi andre tapi tidak diangkat-angkat, maka kami memutuskan untuk berangkat tanpa andre.

kurang lebih lima setengah jam perjalanan yang melelahkan dan kuisi dengan tdur, kami sampai juga di suatu kawasan pantai bernama Anyer Cottage. Perasaanku mulai lega dan ku mulai mencari kamar untuk meletakkan barang2 yang aku bawa. sebagian dari kami, tidak termasuk aku, yang sudah meletakkan barang2 langsung menceburkan dirinya ke laut. aku hanya bersiap2 untuk mengumpulkan bahan2 makanan yang kami bawa dan karena perutku yang dari tadi sudah berontak ingin melumatkan makanan, akhirnya aku mencoba untuk memasak dibantu teman2 wanitaku. setelah perut bisa diajak kompromi, aku menceburkan diri juga ke laut yang sangat asin itu, konsentrasinya amat tinggi, hinga sore menjelang.

pohon kelapa melambai pada sang surya hendak yang ingin berlalu dari pandanganku menenggelamkan dirinya di laut yang dalam jauh diujung lautan seberang sana. kami menyaksikan kepergian sang penguasa siang itu dengan lantunan bunyi gitar yang dimainkan temanku dan kami semuanya berlagu. damai, indah terasa senja itu.

gumpalan asap berasal dari panggangan steak ayam dan kambing yang dibawa halmi dari katering ibunya menutupi gelapnya malam di anyer. berbagi canda tawa bersama ketika memanggang berubah menjadi membakar steak-steak itu. sebagia telah menjadi arang dan sebagian dapat dimakan, alhasil berekperimen dalam masak-memasak steak malam itu membuat kenyang juga.

malam itupun dilanjutkan dengan truth or dare suatu permainan yang menuntut yang kena memilih berkata jujur atau memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan atau melakukan perintah teman2 yang lain. secara tidak sengaja acara ini menjadi investigasi untuk dua pasang insan yang terjerat asmara dalam kelas ini. membantu mereka dalam menjelaskan isi hati dan meluruskan persoalan mereka.

setelah truth or dare dilanjutkan juga dengan cerita-cerita seram yang pernah dialami, tapi tubuhku ini terlalu letih sehingga ketiduran ketika mereka asyik-asyiknya bercerita. tak kuasa menahan kantuk, akhirnya ku pun menuju kamar yang juga sudah dipenuhi teman yang lain yang sudah tidur, aku menyelip diantara mereka.

paginya aku sudah tidak bersama mereka lagi, mereka sudah berbasah-basah ria di lautan, aku bangun jam setengah sepuluh membuatku rugi tiga jam untuk menikmati keindahan pagi di anyer ini. tapi yah mau gimana lagi, aku berjalan menuju dapur kutemukan nuget yang telah digoreng, ku embat satu dan ku langsung berhamburan menuju pantai dan segera membuka baju berenang mengejar ombak yang  menghempas-hempaskan kami ke pinggir pantai.

keindahan ini ditambah asyik dengan adanya banana boat, asyikya terlempar dari boat ketika sedang melaju kencang menambah adrenalin. namun kenikmatan ini harus segera berakhir karena waktu yang harus memisahkan, pukul setengah dua belas, dan inilah waktunya untuk bersiap2 untuk berangkat pulang ke bandung.

selamat tinggal anyer, selamat tinggal pantai yang indah. inilah kenanaganku di anyer.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 6, 2008 inci Alfer 'bout & stories

 

One response to “Anyer 3-4 Juni 2008

  1. marshmallow

    Juni 12, 2008 at 7:31 am

    wah, gimana sih? liburan ketiban ngantuk mulu.
    tapi emang asyik tuh liburan. jadi iri sama incekrajo… hiks.
    aku juga suka permainan truth or dare, tapi dare-nya diganti eat. jadi tiap gak bersedia menjawab pertanyaan kita musti makan… makan… makan… yum…

    wah, asyik juga kalau dare diganti sama eat. jadi gak kurus lagi…ehehehhe

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: