RSS

Sekilas Tentang Komposisi dalam Fotografi

11 Nov

Sekarang saatnya kita membahas tentang fotografi, karena emang gw suka bgt sama nih hobby. Mungkin sedikit sharing aja sih, kalo ada yang mau nambahin silahkan, dan kalau ada yang mau dikoreksi juga monggo.

Komposisi, simplenya diartikan cara menata elemen-elemen dalam sebuah foto/gambar. Ibaratnya dunia ini, Tuhan memberikan komposisi yang sangat ideal agar semua yang ada di dunia ini seimbang dan sangat indah, (cuma manusianya saja yang merusaknya). Elemen-elemen tersebut diantaranya adalah garis, shape, form, warna, terang dan gelap. Nah, yang paling penting itu adalah bagaimana kita menata komposisi dari view finder yang akan menghasilkan visual impact (sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto anda) dan akan diinterprestasikan kemudian setelah foto tersebut dicetak. Jadi perlu ditata sedemikian rupa agar tujuannya tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatumengejutkan, beda, eksentrik. Kalo pada komposisi klasik, selalu ada satu titik yang menjadi perhatian utama. Hal ini karena penataan posisi, subordinasi, kontras cahaya atau intensitas subjek dibandingkan sekitarnya atau pengaturan sedemikian rupa yang membentuk arah yang membawa perhatian pengamat pada satu titik.

  • Garis
    Fotografer yang baik kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.
  • Shape
    Salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah foto menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Shape adalah salah satunya. Kita umumnya menganggap shape sebagai outline yang tercipta karena sebuah shape terbentuk, pada intinya, subjek foto, gambar dianggap memiliki kekuatan visual dan kualitas abstrak. Untuk membuat shape menonjol, anda harus mampu memisahkan shape tersebut dari lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Untuk membuat kontras kuat antara shape dan sekitarnya yang membentuk shape tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau perbedaan warna.
    Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri. Ketika masuk kedalam sebuah pemandangan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualitas gambar.
  • Form
    Ketika shape sendiri dapat mengindentifikasikan objek, masih diperlukan form untuk memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan kedalaman dan realitas. Kualitas ini tercipta dari bentukan cahaya dan tone yang kemudian membentuk garis-garis dari sebuah objek. Faktor penting yang menentukan bagaimana form terbentuk adalah arah dan kualitas cahaya yang mengenai objek tersebut.
  • Tekstur
    Sebuah foto dengan gambar teksur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pattern. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subyek anda.
    Tekstur dapat terlihat jelas pada dua sisi yang berbeda. Ada tekstur yang dapat ditemukan bila kita mendekatkan diri pada subyek untuk memperbesar apa yang kita lihat, misalnya bila kita ingin memotret tekstur permukaan sehelai daun. Ada pula saat dimana kita harus mundur karena subyek yang kita tuju adalah pemandangan yang sangat luas. Tekstur juga muncul ketika cahaya menerpa sebuah permukaan dengan sudut rendah, membentuk bayangan yang sama dalam area tertentu.
    Memotret tekstur dianggap berhasil bila pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar.
  • Patterns
    Pattern yang berupa pengulangan shape, garis dan warna adalah elemen visual lainnya yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama. Keberadaan pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan. Rahasia penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati.
    Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.

Yah, begitulah setidaknya komposisi, dan itu tergantung si fotografer tentang apa yang menjadi tujuannya tersampaikan dengan menata elemen-elemen tersebut.

.::Hasil baca-baca dari Fotografer.net karya Jessica Helena Wuysang, Maya::.

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada November 11, 2009 inci Fotografi

 

Tag: , , , , , ,

10 responses to “Sekilas Tentang Komposisi dalam Fotografi

  1. elistadyon

    November 11, 2009 at 5:38 pm

    pertamaxxxxxxx

     
  2. Sutan Rajo di Langik

    November 12, 2009 at 10:37 am

    nais inpo… wkwkwkwkwk

     
  3. Fiya

    November 12, 2009 at 3:30 pm

    info na kereeeennn…

    suka fotografi yaaa??

    lam kenal yaaaa

    ^_^

     
  4. incekrajo

    November 13, 2009 at 2:14 am

    @fiya
    salam kenal jg…
    iy suka bgt…hehheeh

     
  5. frezyprimaardi

    November 13, 2009 at 11:23 am

    ntar kalo awak dah jadi beli kamera..ajarin awak ya do..hehe

     
  6. incekrajo

    November 13, 2009 at 11:41 am

    mari kita sama-sama belajar aja…
    awak masih cupu juga nih…
    hehhe

     
  7. alisnaik

    November 14, 2009 at 4:15 pm

    saya nggak begitu ngerti teori dalam fotografi.

    saya pribadi sih pake intuisi dan biarkan rasa yang berbicara. dari mata turun ke hati.

    setidak2nya jepret sebanyak mungkin, sampai jari dan tangan pada keriting. biasanya dari 10 foto, kira-kira adalah 1 yang terbagus.

    entah itu foto artistik, jurnalistik, komersil, dll, yang penting berkarya saja dulu. hehhe

    modal saya dalam fotografi ya cuman insting, kamera poket biasa, dan sedikit ilmu photoshop. ya hasilnya lumayanlah, hanya saya sendiri yang memuji (aslinya ya payah abis). hahaha
    😮

    sekian, maaf komengnya kepanjangan

     
    • incekrajo

      November 15, 2009 at 9:51 am

      memang instinglah yg berbicara dalam suatu karya fotografi kita mas..
      paling g buat baca2 dan semakin mempertajam insting kita..
      hehe..

       
      • alisnaik

        November 16, 2009 at 1:55 am

        ho oh.

        lumayan lah buat referensi. meski banyak gak ngertinya. haha 😮

         
  8. Chika

    November 24, 2009 at 1:17 pm

    Hi Incekrajo….

    Really nice post….
    Thanks 4 sharing…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: