RSS

Galombang Pasambahan

22 Nov

Tari Galombang Pasambahan adalah tari khas Minangkabau yang sebenarnya terdiri dari dua buah tari, tari Galombang dan tari Pasambahan. Tari ini menandakan keramahtamahan dan kerendahan hati orang minangkabau kepada para tamu. Biasanya ditampilkan ketika ada acara-acara penting untuk menyambut tamu yang penting pula. Dalam perhelatan perkawinan juga ditampikan tari ini untuk menyambut marapulai jo anak daro (pengantin pria dan wanita).

Tari Galombang terdiri dari tiga tahapan, bagian awal, bagian tengah/isi, dan bagian akhir. Bagian awal, gerak yang diperagakan adalah sambah bukak. Bagian tengah/isi, gerak yang diperagakan berdasarkan urutan adalah gandang-simpia-gelek-lapiah jarami-tapuak-anak main1-anak main2-anak main3. Sedangkan pada bagian akhir/penutup gerak yang diperagakan adalah sambah tutup. Pada tari galombang ini, yang ditarikan oleh penari laki-laki dan perempuan, gerakan penari laki-laki merupakan gerakan silat.

Tari Pasambahan yang diciptakan oleh ibu syofyani juga terdiri dari tiga tahapan. Bagian awal tari yang diperagakan secara berurutan adalah sambah duduak-tagak itiak-sauak-cabiak-simpia-gelek-sambah-timpo-gelek balakang-tagak itiak sibak-tapuak bungo silek-sambah. Bagian isi terdapat perbedaan nama dari gerakan tarinya, untuk gerakan penari pria urutannya adalah (tapuak-sibaksauak-pitunggua muko-balakang-tagak itiak baliak-sambah duduak) dilakukan dua kali, dilanjutkan (tagak itiak-pancuang janan-jalan kanan-pancuang kiri-jalan kiri-pancuang duduak kanan kiri-sibak tusuak-puta pitunggua kiri kanan-kepoh-sauak ateh-tagak itiak layok-loncek/geneng) dilakukan dua kali dan dilanjutkan dengan buang siku-tulak sampiang-sibak sampiang-mambidiak-sambah. Untuk bagian isi yang ditarikan oleh penari wanita adalah (sambah-langkah tigo maju-patiak-tabua-duduak-unjuak-langkah silang maju-sambah silek-pilin duo) diulangi dengan arah yang berlawanan dilanjutkan dengan elo kanan kiri-duduak-sauak kanan kiri-ambiak siriah langkok-lampok-unjuak-bungo silek-sambah-gerakan siganjua. Memasuki bagian akhir dari tari ini, gerakan yang ditarikan penari pria adalah tapuak-pitunggua kida muko-kabek jalo-timpo silang-simpia muko-baliang-tusuak-sambah-gelek-tagak itiak-tusuak puta-tuduang aia duduak-kabek-toyong aia-sambah-gelek-tagak itiak-tusuak puta-tuduang aia-kabek-toyong aia kiri kanan. Dan gerakan penari wanitanya adalah sambah-langkah bukak-sibak-tusuak buhua kiri-kanan-sayok ereang-hinggok-unjuak-duduak-buang sampiang-unjuak-tagak-sentak kanan-sentak kiri.

Musik yang dimainkan bisa berupa musik dari kaset rekaman, CD ataupun bisa langsung dengan full talempong yang dimainkan secara live. Musik yang dimainkan secara live ini terdiri dari full set talempong seperti melodi1, melodi2, bass, tingkah, ritm, dan canang serta gandang. Tidak ketinggalan alat tiup yang biasa digunakan adalah saluang, bansi dan sarunai. Tidak jarang yang juga diiringi dengan keyboard dan bass elektrik.

Foto di atas diambil pada pagelaran seni budaya dalam rangka DIES Natalis ke-34 Unit Kesenian Minangkabau Institut Teknologi Bandung (UKM-ITB) bertempat di Sasana Budaya Ganesha (sabuga) ITB. Tidak kurang dari 1500 orang menonton pagelaran ini.

Berikut adalah cuplikan dari Pagelaran Seni Budaya dari UKM-ITB di sabuga pada tanggal 25 april 2009.

Salam budaya Indonesia, lestarikan!!

Iklan
 
46 Komentar

Ditulis oleh pada November 22, 2009 in Fotografi, Minangkabau

 

Tag: , , , ,

46 responses to “Galombang Pasambahan

  1. Incekrajo

    November 22, 2009 at 6:22 pm

    no pertamax…

     
    • didta

      November 24, 2009 at 10:49 am

      keren, mampir ke blog saya juga ya teman

       
    • Zhoya

      November 26, 2009 at 6:23 pm

      PERTAMAx….. yeeeaahhhhh……………..

       
  2. alisnaik

    November 22, 2009 at 8:06 pm

    PEMBUKAAN
    selamat pagi.
    saya sebagai anggota gerombolan pemburu pertamax, dengan ini menyatakan “KEDUAX”.
    hehe 😈

    ISI
    wah. sayang banget, bro.
    koneksi internet yang aku gunain nggak mendukung buat nonton video tariannya.
    ugh. penasaran banget pingin lihat. 😦
    soalnya agak bingung mengimajinasikan dari deskripsi tarian Galombang Pasambahan.

    PENUTUP
    oke. mari kita lestarikan budaya Indonesia !!
    meski saya nggak bisa menari dan main musik,
    saya akan jadi penikmat setia saja 😮

     
    • Incekrajo

      November 23, 2009 at 12:05 am

      semoga inetnya cepat sembuh bro…

       
      • Zhoya

        November 26, 2009 at 6:25 pm

        keduaaaxxxx……… yeaaahhhhhhhhh!!!

         
  3. bluethunderheart

    November 22, 2009 at 8:27 pm

    malam da……….
    senang banga blue mendapat info ini
    salam hangat selalu

     
    • Incekrajo

      November 23, 2009 at 12:08 am

      salam hangat kembali…
      makasi udah berkunjung…
      lain kali mampir lagi..

       
  4. Catra

    November 22, 2009 at 10:49 pm

    pengen donk nonton tari ini

    :mrgreen:

     
    • Incekrajo

      November 23, 2009 at 12:06 am

      monggo mas catra…
      2 kali seminggu ada latihan tari ini lho…

       
  5. yudi dhabur

    November 22, 2009 at 11:48 pm

    ado yg mirip awak rasony mah do di foto sm videony..haha

     
    • Incekrajo

      November 23, 2009 at 12:01 am

      oh yo..cuma kebetulan mirip mungkin mah..hahha…

       
    • willy

      November 23, 2009 at 9:33 pm

      wajah pasaran kawan….
      hhuhuhahahaa

       
  6. yudi dhabur

    November 22, 2009 at 11:50 pm

    o yo,,tengkyu do info2 gerakan ny..lumayan untuk materi..

     
    • Incekrajo

      November 23, 2009 at 12:03 am

      samo2 yud…ajarkan manari ciek yud..

       
  7. Usup Supriyadi

    November 23, 2009 at 1:09 pm

    menarik,
    terima kasih,
    mari bersama lestarikan,
    malah seharusnya setiap putra daerah berusaha menjadi ‘ahli’ atau setidaknya tahu akan histori budaya daerah, demi budaya bangsa yang terintegrasi secara kokoh.

    manusia beradab, pasti berbudaya, budaya adalah identitas kearifan lokal dan nasional yang tidak dapat dipisahkan.

     
    • alfer

      November 25, 2009 at 10:18 am

      saya setuju sama mas…

       
  8. Lempah Kuning

    November 23, 2009 at 3:42 pm

    nice post, jarang ada loh, anak muda yg perhatian sama budaya daerahnya sendiri. maju terus bro lestarikan tarian indonesia.

     
    • IncekRajo

      November 25, 2009 at 10:19 am

      maka dari itu, kalau bukan kita siapa lagi…
      makasih…

       
      • frezyprimaardi

        November 25, 2009 at 10:43 pm

        mbak tary…itu bukan perhatian…tapi keterpaksaan..hahahah
        bukan begitu saudara nado..hahahaha

         
  9. kawanlama95

    November 23, 2009 at 4:39 pm

    wah serasa sedang di sambut bagaikan tamu terhormat
    salah satu melestarikan budaya minang adalah dengan memposting artikel ini. Ciri peduli terhadap budaya tanah air yang kian hari kian memudar. selamat

     
    • IncekRajo

      November 25, 2009 at 10:21 am

      terima kasih mas…
      semoga kepedulian itu semakin meningkat lagi…

       
  10. chidua

    November 23, 2009 at 4:45 pm

    Wuaah, salah satu request Uni dipenuhi … 🙂
    Nice article … Jadi pengen baraja tari .. Jadi pengen kuliah di ITB … *loh??*

    NB: btw ado adiak Uni di fotonya 🙂

     
    • willy

      November 23, 2009 at 9:35 pm

      sia tu ni????

       
      • toeid

        November 24, 2009 at 5:02 pm

        si tama gil.,

         
        • chichi utami

          November 24, 2009 at 6:28 pm

          Hoho, terima kasih sudah mewakilkan Id 🙂

           
          • frezyprimaardi

            November 25, 2009 at 10:43 pm

            tama adiak uni yo??kanduang or sepupu ni??

             
            • chichi utami

              November 26, 2009 at 3:55 pm

              Adiak kanduang 🙂

               
  11. toeid

    November 24, 2009 at 5:04 pm

    eh., kayaknyo yang jadi “CAP” d fhoto dan video itu mirip samo wak lah.,??
    apo perasaan wak se., ckckck

     
    • IncekRajo

      November 25, 2009 at 10:24 am

      perasaan uda se tu mah…
      hahaha…

       
    • frezyprimaardi

      November 25, 2009 at 10:44 pm

      iyo..emang mirip homo nyo..wakakakak

       
    • Catra

      Desember 11, 2009 at 7:05 pm

      wajah uda pasaran mah :mrgreen:

       
      • incekrajo

        Desember 12, 2009 at 6:05 pm

        betul…

         
  12. antokoe

    November 25, 2009 at 1:44 am

    kunjungan balik boz…

     
    • IncekRajo

      November 25, 2009 at 10:25 am

      sip…makasih mas anto..

       
  13. Deka

    November 25, 2009 at 2:44 pm

    Inilah salah satu keanekaragaman budaya Indonesia. Mari sama-sama kita jaga dan lestarikan..

     
  14. puty

    November 26, 2009 at 10:42 am

    wow, nadooo… blognya keren! 🙂

     
  15. Zhoya

    November 26, 2009 at 6:27 pm

    Ahhh…. si beibs..
    ngomongin tarian mulu!!!
    besog tarian apa lagi nih??

     
  16. Kakak dony

    November 26, 2009 at 7:29 pm

    Blog anda kerenn bro 😉

    btw,boleh tukeran link gk?? klo boleh, link anda sudah saya pasang di blog saya.. silahkan chek di http://kakdony.wordpress.com ditunggu link baliknya y.

    makasih…

     
  17. Kakaakin

    November 28, 2009 at 10:44 am

    Selamat Idul Adha ya…

     
  18. alisnaik

    November 28, 2009 at 3:41 pm

    PEMBUKAAN:
    selamat pagi.
    saya datang lagi.

    ISI:
    selamaat Idul Adha, Incekrajo

    belom ada postingan terbaru ya ??

    ya sudahlah, saya baca postingan lama yg belom saya baca aja 😮

    PENUTUP:
    yuk mari 😛

     
  19. ekonomi kuantum

    Desember 3, 2009 at 10:58 am

    blog yg kayak gini ni yang bisa ngembangin budaya bangsa…
    saya sangat terkesan dengan blog ini.. terima kasih

     
  20. arga.mbuik

    Desember 5, 2009 at 10:08 pm

    numpang lewat om..(nyampah)

     
  21. Buser letkol

    November 21, 2013 at 12:57 am

    tarimo kasih da….atas infonyo!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: