RSS

Negative is’n Negatif but negetivE

22 Nov

Hmm..sudah lama tidak ngeblog lagi nih…terkukung dari banyaknya yang harus dibenahi dalam menjalani kehidupan ini. Keinginan untuk membuat tulisan ini sudah ada ketika gw mendengar dari sela-sela tidur di ruang kuliah senin minggu lalu. Yang gw inget, si Dosen ngomong “negatif itu bukanlah negatif tapi itu adalah negatif”.

Hmm..mungkin redaksinya bukan seperti itu, tp gw meredaksikannya seperti itu karna udah lama jg jadi gak begitu inget sama redaksi yang sebenarnya. Hehehe…

Awalnya sih, waktu si Dosen menjelaskan tenatang difraksi dan refraksi penjalaran gelombang dari tengah laut yang dihalangi oleh break water. Beliau menggunakan kertas A4 yang beliau gambar sendiri dan mulai menjelaskannya kepada kami. Dalam penjelasannya, beliau menggunakan kata kiri dan kanan, positif dan negatif.Kami sedikit bingung dengan penjelasan beliau, kiri beliau tidak sama dengan kiri kami, dan negatif menurut beliau tidak sama dengan negatif menurut kami. Berangkat dari sini, beliau memberikan sedikit pejelasan tentang arti dari point of view. Karena sudut pandang kami berlawanan 180 derajat dari beliau, maka yang beliau sebut kiri itu adalah kanan bagi kami dan sebaliknya. Maka dari itu, setiap menunjukkan arah atau penjelasan harus ada parameternya atau penjelasan lainnya yang menjelaskan dari hal itu agar sudut pandangnya bisa sama.

Judul postingan ini, Negative is’n Negatif but negetivE. Negative bukanlah sesuatu yang Negative tetapi itu adalah sebuah negativE. “tetapi itu adalah sebuah negativE”, negatif yang ketiga terdapat perbedaan tulisan yaitu dengan huruf kapital di akhir, “negativE”.

Dari sini gw mulai berpikir tentang yang ada di kehidupan ini. Berpenampilan layaknya rockers sejati atau seperti punkers dianggab negatif oleh orang-orang tua, dianggab sebagai berandalan, dianggab sebagai penjahat atau pencuri. Bodypaint dianggab sebagai pornografi sebagian yang lain menganggab itu karya seni. Grafiti dianggab pencemaran dan pengotoran kota sebagian yang lain menganggab itu ekspresi diri. Begitu banyak perbedaan pendapat mulai dari orang tua, remaja, anak-anak, bahkan sampai ke politisipun.

Dari sini gw cuma pengen ngasih masukan aja sih buat semuanya, kalau yang menurut kita itu negatif belum tentu buat orang lain itu juga negatif lho. Ada yang buat kita itu tabu, tapi ada yang udah biasa dengan hal yang seperti itu. Jadi gak bisa disamain dnk. Untuk sama-sama bisa melihat dari sisi yang berbeda, hal ini harus bisa mengerti. Sayangnya, penjelasan tentang hal yang kita anggab negatif itu masih sangat jarang sehingga akan tetap menjadi sesuatu yang bertentangan. Dalam kehidupan sangat susah memberikan penjelasan tentang yg kita anggab negatif tersebut, maka dari itu kita lah yang harus mengerti sendiri.

Iklan
 
11 Komentar

Ditulis oleh pada November 22, 2009 in Alfer 'bout & stories, pikiran hati

 

Tag: , , , ,

11 responses to “Negative is’n Negatif but negetivE

  1. frezyprimaardi

    November 22, 2009 at 5:28 pm

    pertamax doeloe ah…hehe

     
    • Incekrajo

      November 22, 2009 at 6:22 pm

      awas ntar ane timpuk bata…

       
  2. alisnaik

    November 22, 2009 at 7:56 pm

    PEMBUKAAN
    selamat pagi. saya berkunjung lagi.

    ISI
    hm. iya.
    saya suka ngomong/menulis hal-hal yang tabu bagi orang lain. tapi bagi saya sendiri tidak. (yang pasti bukan masalah sex)
    mungkin ini adalah problem mengenai pandangan secara objektif dan secara subjektif.
    cukup berat memang.

    PENUTUP
    terima kasih dan mohon maaf 😮

     
    • incekrajo

      November 23, 2009 at 10:45 am

      sering2 maen kesini….

       
      • alisnaik

        November 28, 2009 at 4:08 pm

        saya datang lagi
        😮 😮 😮 😮
        😮 😮 😮
        😮 😮
        😮

         
  3. Fiya

    November 22, 2009 at 9:30 pm

    ?????

    aduhhhh…

    heheheehe

    *numpang komen gk penting

     
    • incekrajo

      November 23, 2009 at 10:46 am

      yah…gpp mba’…
      :mrgreen:

       
  4. Kakaakin

    November 23, 2009 at 10:31 am

    Aku sih sekarang sedang belajar memahami hal ini…
    karena aku cenderung menginginkan orang lain satu visi denganku… ya nggak mungkin lah…
    Ternyata hidup jadi lebih enteng, gak sibuk2 maksain pendapat ke orang lain… 🙂

     
    • incekrajo

      November 23, 2009 at 10:47 am

      yap..kita cukup memahaminya saja..
      karna perbedaan itu indah..

       
  5. Usup Supriyadi

    November 23, 2009 at 1:17 pm

    maka dari itu, sekali-kali kita harus mencoba merubah posisi ‘jendela’ yang kita gunakan untuk melihat dunia ini.

    dalam hal ini, kita tidak dapat egois dan menafikkan keberadaan mereka yang menurut sebagian ‘aneh’ dan ‘tidak wajar’. memang kebanyak masyarakat terfokus pada pandangan umum yang telah diamini bersama.tapi, alangkah akan lebih indah, kita kita berbagi ruang menghormati dan menghargai.

    salam hangat penuh kasih
    🙂

     
  6. Soni Satiawan

    November 23, 2009 at 8:11 pm

    Mambaco judulnyo se uda lah paniang ndo. Tapi akhirnyo ado penjelasan di paragraf2 terakhir mambuek mangarati…. Ga mau komentar ttg isinya, semua orang mempunyai hak utk menginterpretasikan sendiri-sendiri.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: