RSS

Arsip Kategori: Oseanografi

Gambar

Let’s Dive and Sink

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Awal bulan sepuluh ini gw sama anak-anak ose (red:oseanografi) angkatan gw ditambah beberapa temen SMA-nya si Sulay berangkat ke Pulau Pari. Letaknya gak jauh-jauh dari Jakarta, masih di DKI a.k.a Kepulauan Seribu. Lo pada udah tau lah dan udah pernah kesini juga kali. Ini kunjungan gw untuk yang kedua kali setelah kunjungan yang pertama waktu tahun 2009.

Waktu dulu gw kesini sama anak-anak ose dalam rangka kuliah lapangan, kondisi di Pulau Pari ini gak kayak sekarang. Dulunya pulau ini gak terlalu banyak rumah penduduk. Listrik cuma ada kalo malem, itupun hanya beberapa jam aja. Air tawar gak ada, jd harus bawa air mineral dari Pulau Jawa. Tapi sekarang kondisinya udah beda banget, rumah penduduknya udah rame dan padet, walo gak sepadet di Pulau Tidung. Yang dateng kesini udah rame banget, dulu malah gak ada kapal penumpang yang berangkat ke Pulau ini sampe kita harus sewa satu kapal kayu. Sekarang turis lokal dan interlokal udah rame bgt kesini, dan otomatis banyak cewe-cewe “hot” juga datang dimari.

Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2013 in Alfer 'bout & stories, Fotografi, Oseanografi

 

Tag: , , , , ,

Sejarah Terbentuknya Laut

Bumi dilahirkan sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Menurut ceritanya, tata surya kita yang bernama Bima Sakti, terbentuk dari kumpulan debu (nebula) di angkasa raya yang dalam proses selanjutnya tumbuh menjadi gumpalan bebatuan dari mulai yang berukuran kecil hingga seukuran asteroid dengan radius ratusan kilometer. Bebatuan angkasa tersebut selanjutnya saling bertabrakan, dimana awalnya tabrakan yang terjadi masih lambat. Akibat adanya gaya gravitasi, bebatuan angkasa yang saling bertabrakan itu saling menyatu dan membentuk suatu massa batuan yang kemudian menjadi cikal bakal (embrio) bumi. Lama kelamaan dengan semakin banyaknya bebatuan yang menjadi satu tersebut, embrio bumi tumbuh semakin besar. Sejalan dengan semakin berkembangnya embrio bumi tersebut, semakin besar pula gaya tarik gravitasinya sehingga bebatuan angkasa yang ada mulai semakin cepat menabrak permukaan embrio bumi yang sudah tumbuh semakin besar itu. Akibat tumbukan2 yang sangat dahsyat tersebut timbulah ledakan2 yang sudah pasti sangat dahsyat pula yang mengakibatkan terbentuknya kawah2 yang sangat besar dan pelepasan panas secara besar2an pula.

Laut sendiri menurut sejarahnya terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, Read the rest of this entry »
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 22, 2011 in Oseanografi

 

Tag: ,

Gempa 8,9 SR dan Tsunami di Jepang, 11 Maret 2011

Siang-siang bolong lagi nongkrong di Lab liat berita ada gempa dan tsunami di Jepang. Saya langsung buka kaskus dan beberapa website berita lainnya. Saya juga ngehubungin beberapa senior dan temen-teman disana.

Gempa dengan magnitudo 8,9 yang terjadi pukul 05:46:23 UTC atau pada 13:06 waktu setempat. Terjadi di 130 km (80 miles) sebelah timur kota Sendai, Jepang dan berjarak 373 km (231 miles) sebelah timur laut kota Tokyo atau pada koordinat 38.322°N, 142.369°E. Gempa yang terjadi pada kedalaman 24.4 km (15.2 miles) (diukur dari program versi USGS) ini menyebabkan tsunami dengan ketinggian kira-kira hampir 10 meter dan menurut salah satu berita sampai sekarang sudah ada 200 korban jiwa.

Pemerintah Tokyo memerintahkan ribuan warga dekat pembangkit listrik kota Onahama, 170 mil dari timur laut Tokyo, mengevakuasi diri. Alasannya, ada masalah dengan sistem pendinginan pembangkit listrik. Meski tak ada radiasi, namun suhu dalam reaktor tetap panas meski sudah dimatikan. (Tempo Interaktif)

Tsunami yang terjadi di Jepang ini menurut Pak Hamzah Latief (dosen Pembingbing saya) mirip dengan tsunami yang terjadi di Aceh 2004 silam. “Karena waktu terjadinya tsunami, energi yang dikeluarkan menyebar ke seluruh wilayah sekitarnya secara luas. Ini sama seperti peristiwa Aceh di mana kawasan Sri Lanka, India hingga Afrika Selatan terkena dampak. Padahal, tidak tergolong dekat,” ujar beliau saat di wawancarai oleh beberapa media. Read the rest of this entry »

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 11, 2011 in Oseanografi

 

Tag: , , , , ,

Disinipun aku bisa hidup

disinipun ku bisa hidup

 

Disini, di dermaga pulau pari ini, aku berjalan menelusuri tepian dermaga yang sudah tak dikunjungi orang lagi. Melihat kerusakan-kerusakan di dermaga ini. Aku berjalan di antara sampah plastik dan botol-botol minuman yang dibuang pengunjung sekenanya. Dan tiba-tiba saja mataku tertuju pada sebuah botol kecil berwarna kecoklatan yang ukurannya seperti botol obat, mungkin benar botol obat,. Benar, ini memang sebuah botol obat. Indah, beberapa molusca menempel disana. Membentuk suatu garis yang tidak bisa ku terjemahkan, tapi itu indah. Dibalik keindahan itu, aku tersadar dengan apa yang aku lihat ini. Mereka (moluska) yang harusnya hidup di laut yang bersih tanpa sampah dan botol-botl ini, sekarang harus bisa bertahan dan tetap hidup untuk kelangsungan hidupnya. Mereka tidak peduli seburuk apa lingkungan mereka yang penting mereka hidup. Mereka tidak putus asa, tidak seperti kebanyakan orang yang tinggal di lingkungan yang buruk yang merasa hidupnya sia-sia. Mereka adalah pejuang hidup.

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada November 13, 2009 in Fotografi, Oseanografi, pikiran hati

 

Tag: , , ,

Oseanografi

Yah, oseanografi. Gw pengen kasih tau aja kalo oseanografi adalah hidup gw, dimana gw akan lebih menghabiskan banyak waktu disana kelak setelah lulus dari Institusi ini. Oseanografi juga telah banyak menginspirasi gw dalam menjalani hidup yang sekarang. Lebih baik kita mengenal apa itu oseanografi.

Oseanografi (berasal dari bahasa Yunani oceanos yang berarti laut dan γράφειν atau graphos yang berarti gambaran atau deskripsi juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan) adalah cabang dari ilmu bumi yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan. Secara sederhana oseanografi dapat diartikan sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut. Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai laut dan segala fenomenanya. Laut sendiri adalah bagian dari hidrosfer. Seperti diketahui bahwa bumi terdiri dari bagian padat yang disebut litosfer, bagian cair yang disebut hidrosfer dan bagian gas yang disebut atmosfer. Sementara itu bagian yang berkaitan dengan sistem ekologi seluruh makhluk hidup penghuni planet Bumi dikelompokkan ke dalam biosfer.

Oseanografi adalah bagian dari ilmu kebumian atau earth sciences yang mempelajari laut,samudra beserta isi dan apa yang berada di dalamnya hingga ke kerak samuderanya. Secara umum, oseanografi dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang ilmu utama yaitu: geologi oseanografi yang mempelajari lantai samudera atau litosfer di bawah laut; fisika oseanografi yang mempelajari masalah-masalah fisis laut seperti arus, gelombang, pasang surut dan temperatur air laut; kimia oseanografi yang mempelajari masalah-masalah kimiawi di laut, dan yang terakhir biologi oseanografi yang mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan flora dan fauna atau biota di laut.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang sangat panjang, yang memiliki keanekaragaman hayati bawah lautnya, yang memiliki potensi sumber energi terbarukan, yang membuat orang-orang luar negri terpesona dengan keindahan alamnya. Cuma, apakah kita sadar atau tidak dengan hal itu??

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada November 13, 2009 in Oseanografi

 

Tag:

 
%d blogger menyukai ini: